Salah satu persoalan klasik di Kabupaten Pandeglang adalah infrastruktur yang buruk dan lambannya upaya perbaikan, terutama jalan desa dan jembatan. Padahal sarana itu obyek vital dan akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat Pandeglang.

Warga Desa Kertaraharja dan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, pada hari ini Senin (15/4/2019) bergotong-royong memperbaiki Jembatan penghubung antar desa yang kondisinya sudah rusak parah dan terputus. Besi-besi rangka dan penyangga jembatan pun sudah berkarat dan rapuh. Panjang jembatan sekitar 50 meter.

Padahal jembatan penghubung kedua desa tersebut merupakan sarana penting bagi warga kedua desa, keberadaannya sangat dibutuhkan terutama bagi bagi anak anak yang berangkat dan pulang dari sekolah.

“Kami dari pihak desa sudah beberapa kali mengajukan ke pemerintah agar jembatan ini diperbaiki, tapi hingga sekarang belum ada kabarnya bahwa jembatan ini akan diperbaiki. Kondisinya sudah sangat parah, bahkan sebelum diperbaiki jembatan ini tidak bisa dilalui, karena terputus, warga terpaksa harus turun ke sungai agar bisa menyeberang”, tutur Cartim, staf Desa Kertaraharja.

Dalam kegiatan gotong-royong itu dihadiri pula oleh Kepala Desa Kertaraharja, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan beberapa warga dari kedua desa. Jembatan di perbaiki seadanya, diantaranya mengganti papan kayu yang sudah lapuk pada landasan jembatan. Biaya rehab jembatan ini hasil iuran Kades Kertaraharja dan LMDH.

“Harapan kami pihak Pemda secepatnya mengalokasikan anggaran untuk rehab jembatan ini. Rehab yang kami lakukan ini tentu tidak akan bertahan lama, tapi setidaknya kami telah berupaya.” Tutup Cartim. (Ir/Red)

Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan