Pandeglang merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Banten,tepatnya berada di Banten bagian selatan. Wilayah Kabupaten Pandeglang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sisi barat dan selatan, Kabupaten Lebak di timur, serta Kabupaten Serang di utara.

Terkait asal-usul Pandeglang, terdapat beberapa versi, baik dari sisi mitos atau cerita rakyat maupun dari kejadian sejarah pada era Kesultanan Banten dan pada masa penjajahan bangsa Eropa. Salah satu versi sejarah Pandeglang diperoleh dari cerita rakyat setempat, yang mendekati mitos, kendati tetap dikaitkan dengan fakta keberadaan Kesultanan Banten. Konon, nama Pandeglang berasal dari istilah “pandai gelang” yang merujuk kepada sosok tukang menempa gelang atau logam.

Dalam buku Pemetaan Kerukunan Umat Beragama di Banten (2010) terbitan Kementerian Agama RI dituliskan bahwa pada zaman dahulu, di daerah pelosok yang masih termasuk wilayah Kesultanan Banten hidup seorang pande (pandai) besi yang terkenal kepiawaiannya. Sultan Banten kala itu meminta kepada pandai besi membuat gelang untuk meriam kerajaan yang diberi nama Si Amuk. Selama ini, belum ada orang yang bisa melakukannya perintah Sultan Banten tersebut. Si pandai besi ternyata mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal tersebut membuat tempat bermukim si pandai besi lama-kelamaan dikenal dengan nama Pandeglang yang berasal dari istilah “pandai gelang” atau orang yang membuat gelang untuk meriam Si Amuk.

Dari sisi fakta sejarah, Pandeglang pernah mengemban peran penting dalam perjalanan riwayat Kesultanan Banten yang kala itu beribukota di Serang, terutama pada abad ke-17 Masehi. Kala itu, terjadi pertikaian internal di Kesultanan Banten yang diperkeruh dengan campur tangan Belanda. Hal ini membuat Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin atau Sultan Muhammad (1809-1813) terpaksa memindahkan ibu kota kerajaan ke Pandeglang. Hingga akhirnya, wilayah Kesultanan Banten dapat dikuasai oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Tahun 1816, ditulis dari Jurnal Patanjala (2013), status Kesultanan Banten sebagai kerajaan dihapuskan oleh Belanda. Sebagai gantinya, Belanda membentuk Karesidenan Banten.

Berdasarkan Staatsblad Nederlands Indie No. 81 Tahun 1828, Karesidenan Banten dibagi menjadi 3 kabupaten yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Caringin, dan Kabupaten Serang. Pandeglang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Serang yang dibagi atas 11 kawedanan atau distrik. Status Pandeglang ditetapkan sebagai kabupaten sejak 1 April 1874, membawahi 9 kawedanan atau distrik yang meliputi Pandeglang, Baros, Ciomas, Kolelet, Cimanuk, Caringin, Panimbang, Menes, dan Cibaliung. Tanggal 1 April 1874 kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Pandeglang.

Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan