Pandeglang – – Sudah sekitar setahun Sobang Peduli Kemanusiaan (SPK) melakukan bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik warga miskin di sekitar wilayah Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang.

Menurut Ade Yayan Permana, ketua SPK, dengan konsep dari Duta Kemiskinan SPK hingga hari ini (18/6/2019) sudah membangun 12 unit rumah warga miskin di sekitar Sobang. Hari ini SPK baru selesaikan target ke-12 milik Kasman, 45 tahun, seorang tukang parkir di Kp. Cibintarok, Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang.

Penerima Bantuan Tidak Layak Huni

Awalnya kondisi rumah Kasman sangat memprihatinkan hingga SPK sepakat dengan warga desa untuk membangun rumahnya agar menjadi layak huni. Rumah Kasman di bangun dengan gotong-royong, hanya menghabiskan biaya Rp. 8.150.000,- di ambil dari hasil iuran SPK.

“Minimnya biaya pembangunan rumah tersebut karena dua hal, yaitu upah nol rupiah karena dikerjakan secara gotong royong, dan hampir semua kebutuhan kayu hasil sumbangan dari warga Desa Pangkalan. Selain itu waktu pengerjaannya pun singkat, hanya tujuh hari, di mulai tanggal 12 Juni dan selesai hari ini (18/6/2019). Ini semua karena tingginya semangat gotong-royong warga”, jelas Ade.

SPK merupakan kelompok independen warga yang peduli terhadap kemiskinan, dan merupakan kelompok binaan Duta Kemiskinan. SPK mulai beraktivitas membangun rumah warga miskin di sobang pada bulan Maret 2018. Hingga hari ini SPK sudah membangun 12 unit rumah.

Rumah Kasman rencananya akan di serah-terimakan hari minggu (23/6/2019). “Seperti sebelumnya acara serah-terima kunci sekaligus pemberian santunan bagi kaum dhuafa dan yatim Kampung Cibintarok”, kata Ade menutup pembicaraan.

Budaya gotong-royong memang perlu di bangkitkan lagi dalam kehidupan warga, Sobang sudah membuktikan bahwa konsep gotong-royong terbukti ampuh mengatasi permasalahan kemiskinan di daerahnya. (Ir/Red)

Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan